Rabu, 03 November 2010

Kerajinan Khas Kulit Lantung Bengkulu

Ada sebuah kerajinan tangan menarik dari Provinsi Bengkulu, yaitu kerajinan kulit lantung. Kerajinan ini terbuat dari serat kulit kayu pohon atau lantung yang banyak terdapat di hutan-hutan di Bengkulu. Pohon yang dapat diambil kulitnya biasanya pohon yang sudah berumur 10 tahun. Pohon ditebang kemudian kulitnya dikupas dari batangnya. Pada masa lalu kulit kayu lantung dibuat menjadi kain untuk busana para ibu. Kini kulit lantung dibuat menjadi beragam kerajinan tangan yang menarik dan telah menjadi oleh-oleha khas dari Bengkulu.

Kerajinan kulit lantung telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat di Bengkulu. Diantaranya ada yang mengolah kulit lantung menjadi bahan dasar rokok dan kopi. Usaha ini telah berdiri sejak tahun 1999. Selain itu masyarakat setempat juga mengubah kulit lantung menjadi beragam kerajinan tangan seperti topi, tas, lampion, celengan, gantungan kunci, tas, tempat tisu, dan lain sebagainya.

Walaupun kebanyakan pengrajin kulit lampung ini merupakan pelaku industri rumahan, namun produk mereka laku terjual di dalam dan luar negeri. Salah satu negara yang menjadi pelanggan setia kerajinan kulit lantung dari Bengkulu ini adalah Brazil. Harga kerajinan kulit lantung ini juga relatif murah, yaitu berkisar antara 10 ribu sampai 200 ribu rupiah.

Proses pengambilan kulit kayu lantung dari pohonnya cukup rumit. Awalnya kulit kayu dipukul-pukul untuk memudahkannya terkelupas. Sesudah itu bagian tengah kulit dipisahkan dari kulit keras atau kulit luarnya. Lembaran kulit tengah lantung ini kemudian diratakan dengan alat khusus. Kemudian dipukul-pukul lagi hingga tipis menjadi lembaran-lembaran seperti kertas yang lebar.

Lembaran kulit lantug ini masih basah, jadi perlu dijemur selama 2 minggu agar kering. Penjemuran kulit lantung ini juga dimaksudkan untuk mendapatkan kualitas kulit yang baik. Kulit lantung yang sudah kering dan siap diolah kemudian dijual kepada para pengrajin dengan harga sekitar 7 sampai 10 ribu rupiah per lembar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar